5 Bahaya & Efek Samping Antibiotik pada Anak, Jadi Masalah Lho Kalau Sembarangan

bahaya antibiotik pada anak-anak

Apakah anak Anda kerap mengalami sakit seperti batuk, demam, flu, pilek, diare, tenggorokan nggak enak, dan sebagainya; kemudian Anda memberikannya antibiotik hingga akhirnya dia sembuh?

Lalu di lain waktu anak Anda sakit lagi, kemudian diberi antibiotik lagi, hingga akhirnya dia sembuh lagi?

Kalau iya, ada baiknya Anda berhati-hatilah. Hal tersebut bisa berbahaya bagi anak Anda!

“Lho kok gitu..?”

Nah, begini penjelasannya… Berikut ini setidaknya 5 bahaya dan efek samping yang bisa terjadi pada anak Anda, bila Anda kerap memberikannya antibiotik.

1. Malah justru membunuh bakteri yang baik

Pada dasarnya, antibiotik itu bagus-bagus aja. Dia itu kan gunanya buat membunuh bakteri yang berbahaya. Yaitu, bakteri, yang menginfeksi anak kita, sehingga ia jadi sakit.

Persoalannya, kan nggak semua bakteri itu berbahaya. Di tubuh kita itu ada bakteri yang baik (probiotik), dan ada bakteri yang jahat.

antibiotik pada anak

Beberapa bakteri khusus yang jahat itu bisa dilawan oleh beberapa antibiotik khusus juga. Jadi kita mesti tahu dulu, bakteri yang bikin anak kita sakit itu bakteri apa dulu? Baru lah dari situ kita bisa nentuin, mau pakai antibiotik yang mana.

Nah, biar bisa tahu antibiotik yang mana, dan bagaimana aturan pakainya, maka kita mesti tanya ke ahlinya. Ke dokter, misalnya.

Masalahnya kadang ada orang yang kayak ‘inisiatif’ gitu lho asal pakai aja antibiotiknya, padahal belum tentu antibiotik yang begitu yang diperlukan.

2. Malah bakterinya berpotensi jadi makin resisten, makin kuat

Kata “resisten” itu berasal dari kata bahasa Inggris,  “resistance” yang artinya “melawan” atau “menentang”. Kata asalnya “resist”, yang artinya “menahan” atau “melawan” gitu.

Maksudnya, nggak mempan gitu.

Maksudnya gini… Kita pakai contoh diri kita dulu yaa…

Kadang ada sesuatu yang bikin kita merasa sakit, nggak enak. Tapi, karena udah biasa disakiti gitu, jadinya kita udah jadi biasa aja. Kalau disakiti gitu lagi, jadi nggak sakit kayak sebelum-sebelumnya. Jadi nggak mempan lah, gampangnya. Atau, kebal, istilahnya.

Nah, resisten itu maksudnya begitu.

Jadi, kalau ada bakteri berbahaya yang bikin anak kita sakit yang dilawan oleh suatu antibiotik, maka bisa jadi pertama-tama bakteri itu akan mati. Tapi, lama-kelamaan, dia nggak mempan lagi dihadapi dengan antibiotik itu.

efek samping antibiotik pada anak

Jadi antibiotiknya nggak ngaruh. Nggak bisa membunuh bakteri yang jahat itu.

Akhirnya, mesti pakai antibiotik baru lain yang lebih kuat lagi.

Kalau nggak, justru lebih susah sembuhnya, karena bakterinya udah kebal dengan berbagai macam antibiotik yang sudah biasa dipakai. Malah anak jadi makin mudah sakit, karena bakterinya sudah semakin kuat.

3. Malah jadi diare

Ini nggak jarang kejadian lho. Setelah beberapa kali minum antibiotik terus-menerus, apa lagi tanpa konsultasi dokter, maka dia jadi diare. 😰

Soal reaksi jadi diare ini, ada hubungannya dengan poin nomor 1 yang kita bahas sebelumnya. Yaitu, adanya bakteri baik yang malah jadi mati.

Kadang bakteri baik itu dikenal dengan istilah “floral normal usus”. Bakteri ini penting supaya kinerja usus tetap normal seperti biasa.

4. Malah lebih tampak efek sampingnya, seperti kulit rumah, muntah-muntah, justru demam, dan lain-lain

Selain itu, ada juga efek samping lainnya yang merugikan. Terutama bila semakin sering, dan bakteri sudah semakin kebal.

Misal efek sampingnya bisa bikin anak jadi:

5. Ada kemungkinan bikin alergi

Sebenarnya istilah “alergi” obat itu berbeda dengan “efek samping” obat.

Kalau “efek samping” maksud aslinya itu akibat sekunder, di samping khasiat utama sebuah obat. Bisa merugikan, bisa juga menguntungkan.

Contoh efek samping yang sering terjadi, yang sebelumnya sudah kita bahas, seperti batuk, ruam, dan sesak nafas.

Tapi alergi ini juga termasuk bahaya.

Kalau yang ini memang nggak terjadi pada semua anak, dan nggak semua antibiotik. Hanya di sebagian anak saja, yang alergi terhadap sebagian antibiotik. Memang nggak banyak kasusnya sih.

Misalnya penisilin.

Maka dari itu, penting Anda informasikan terhadap dokter terlebih dahulu bila anak-anak menunjukkan gejala alergi ketika mengambil suatu antibiotik.

Terus, mestinya gimana?

Sebenarnya sama sekali nggak apa-apa kalau sekali, dua kali, atau beberapa kali minum antibiotik. Asal, baiknya sesuai petunjuk dokter. Jangan asal tebak-tebak dan berprasangka.

Selain itu, yang nggak kalah penting, rajin lah jangan malas menjalani gaya hidup sehat. Agar insyaAllah penyakit-penyakit karena infeksi bakteri bisa lebih diminimalisir. Sehingga, bila memang terinfeksi dan perlu antibiotik, maka nggak sering-sering amat minum antibiotik.

Secara umum, dalam banyak bidang persoalan, kadang manusia itu kurang banyak yang mau disiplin, inisiatif, rajin, dan konsisten melakukan hal-hal yang sifatnya preventif. Yang sifatnya mencegah. Di persoalan lain, mungkin seperti misalnya menggunakan helm saat berkendara, menjaga pergaulan yang baik, belajar sebelum praktek, dan lain-lain.

Kalau di soal kesehatan, yaa gaya hidup yang sehat. Misalnya, biasakan cuci tangan, konsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan, dan lain-lain.

Sebenarnya, yang prioritas diusahakan itu, yah itu. Kalau yang biasa kata orang:

“Mencegah lebih baik daripada mengobati”

Bener banget itu.

Nah maka dari itu, di sinilah Syiir mencoba berusaha membantu Anda menghadapi masalah tersebut.

Makanya Syiir secara khusus memformulasikan essential oil untuk anak Anda dan keluarga Anda, yang insyaAllah bisa dimanfaatkan untuk mencegah sekaligus membantu meredakan penyakit yang menyerang anak-anak Anda.

 

Syiir menggunakan metode aromaterapi dari ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti eucalyptus, clove bud, lavender, lemon, peppermint, dan lain-lain. Metode aromaterapi ini sudah dikenal cukup efektif selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Namun kini Syiir hadir untuk menyesuaikan metode aromaterapi dengan metode yang lebih modern, namun tetap efektif, aman, tanpa efek samping, termasuk untuk anak-anak Anda.

Simak testimoninya:

Terlebih lagi kalau kasusnya anak Anda terkena flu dan pilek. Mayoritas flu dan pilek itu dikarenakan infeksi virus, bukan infeksi bakteri. Jadi sebenarnya tidak ada efektifnya kalau karena infeksi virus tapi kok diberikan antibiotik.

Kalau malah tetep diberikan antibiotik, khawatirnya justru kerugian-kerugian yang disebut di atas malah terjadi.

Anda bisa membeli Syiir Essential Oil di halaman berikut ini: