All for Joomla The Word of Web Design

Cara Merawat Kaos Agar Awet & Tidak Cepat Rusak (InsyaAllah Lengkap)

Cara Merawat Kaos Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Di antara kaos-kaos yang selama ini Anda miliki, biasanya berapa lama usia awetnya?

1 tahun?

2 tahun?

Atau bahkan hanya beberapa bulan?

Kalau saya pribadi, biasanya awetnya hanya beberapa bulan. Paling lama 1 tahun. Setelah itu, biasanya kualitasnya menjadi agak menurun. Baik itu kualitas kain kaosnya yang jadi melar, maupun sablonnya yang jadi rusak.

Kok bisa?

Ternyata, wajar. Soalnya, sebelumnya saya nggak ngerti gimana caranya ngerawat kaos. Ternyata, sebagaimana barang-barang lainnya, kaos itu juga ada tata-cara perawatannya. Bila tidak diterapkan, yah pasti kacau dan celaka.

Sebagaimana alat elektronik yang melanggar aturan di manual book-nya, tidak lama kemudian pasti akan rusak. Minimal, menjadi tidak optimal secara perlahan.

Nah, maka dari itu, agar insyaAllah kaos Anda tetap awet dan tidak cepat rusak, ada baiknya Anda pelajari tips-trik cara merawatnya berikut ini.

panduan lengkap cara merawat kaos

Want to share this image on your site? Just copy and paste the embed code below:

Berikut ini penjabaran lebih lanjutnya terkait cara merawat kaosnya:

1. Jangan kelamaan ngerendamya

Ini nih kelalaian yang lumayan banyak dilakoni. Terutama oleh anak kost mahasiswa cowok.

Normalnya, paling lama direndam itu selama 30 menit saja. Apalagi kalau kaosnya masih baru.

Kalau kaosnya sudah agak lama, paling tidak jangan lebih dari 60 menit deh.

Apalagi kalau direndam dengan air yang dicampuri banyak detergen, bisa memungkinkan lebih rusak lagi.

2. Jangan kebanyakan takaran detergennya

Detergen yang kebanyakan bisa merusak sablon. Jadi secukupnya saja, untuk menghilangkan nodanya. Setidaknya untuk menghilangkan bekas keringat.

Kalau memang tidak ada noda sama sekali, bisa lebih dominan pakai pewangi saja dibandingkan detergennya.

3. Jangan menyikat kaos dengan tenaga yang terlalu kuat

Menyikat kaos dengan tenaga yang terlalu kuat bisa merusak pori-pori kaos. Malah juga sablonnya bisa rusak juga, kalau pakai sablon rubber. Saya pribadi pengalaman bener.

Malah sebaiknya kucek dengan tangan saja. Itu pun harus dipastikan juga jangan pakai tenaga maksimal.

Bahkan ada yang mengatakan, bila kainnya lebih lembut, jangan pakai penyikat sama sekali. Mending kucek biasa aja.

4. Membalik kaosnya, agar bagian dalamnya yang menghadap keluar

Sinar matahari itu bisa membuat warna kaos maupun sablon jadi memudar. Apalagi kalau cuacanya lagi panas banget, lebih memungkinkan sablonnya jadi agak rusak.

Maka dari itu, jangan lupa untuk membalik kaos Anda yang hendak dijemur. Jadi bagian luar yang ada kaosnya berada di dalam.

5. Gunakan ukuran hanger yang pas

Hati-hati, memaksakan hanger yang tidak pas itu bisa sangat membuat kerah kaos jadi melar.

Malah ada sebagian pendapat yang mengatakan, sama sekali jangan menggunakan hanger saat menjermur. Sebab kondisi baju basah yang berat bisa mengakibatkan bagian leher kaos jadi melar.

6. Baiknya hindari pemutih

Jangan gunakan pemutih. Pemutih itu bisa bikin bahan kaos jadi agak kasar dan menipis. Sablonnya pun bisa luntur, meski bisa jadi perlahan-lahan.

7. Baiknya segera dicuci bila terkena noda

Biasanya noda akan semakin sulit dihilangkan bila sudah semakin lama dibiarkan, apalagi kalau bertengger di kaos cotton combed.

Maka dari itu, baiknya jangan lama-lama dibiarkan. Malah lebih bagus lagi langsung dicuci, bila memungkinkan.

Paling tidak, mungkin sementara bisa Anda oleskan detergen pada bagian kaos yang terkena noda. Gosok dengan halus, lalu bilaslah dengan air. Ulangi lagi hingga noda mulai memudar hingga kemudian menghilang.

8. Baiknya dicuci manual dengan tengan, daripada dengan mesin cuci

Memang ada resiko lebih kalau mencuci kaos dengan mesin cuci. Nggak jarang kejadian, kaos menjadi melar dan sablonnya cepat rusak.

Soalnya, karena saat mesin cuci berputar, maka kaos akan menerima beban tarik-ulur serta gesekan dengan kain lain disekitarnya.

9. Kenakan alas tambahan saat menyeterika bagian sablon

Jangan langsung menyeterika bagian sablon. Hal tersebut tentu amat sangat ampuh merusak sablon. Baiknya, dilapis kain lainnya di atasnya sebagai alas, baru kemudian diseterika.

Tentunya setelah dipastikan bahwa kaos Anda sudah kering. Jangan diseterika walau masih ada sedikit basah.

Jangan lupa juga atur posisi panas seterika di medium, jangan panas banget.

10. Pisahkan kaos berdasarkan warna gerap-terang dengan pakaian lainnya, dan berdasarkan tingkat kekotorannya

Meski tidak selalu, tapi terkadang ada kasus pakaian lainnya terutama yang baru, menjadi luntur warnanya. Hal tersebut dapat berimbas pada kaos Anda.

Apalagi kalau cuciannya banyak, mending dipisah.

Termasuk juga kalau ada pakaian lain yang terkena banyak noda, harus dipisah juga dengan kaos Anda. Karena bila kaos Anda tertular noda tersebut, maka kaos Anda butuh penanganan tersendiri sebagaimana yang sudah disebutkan di poin-poin sebelumnya.

Tips Bonus Tambahan: Baiknya jangan dipakai buat tidur malam

Kalau kaos dipakai buat tidur malam, akan membuat kaos mudah melar. Apalagi kalau kaosnya masih baru. Terutama pada orang yang ‘cukup aktif’ berubah-ubah posisi tidurnya.

Dan tak jarang pula beberapa orang yang saat tidur berkeringat kan. Sehingga selain cepat kotor, jadi lebih memungkinkan kaos untuk melar.

Nah, begitulah 10 tips + bonus merawat kaos, agar insyaAllah awet. Silahkan Anda mulai coba praktekkan. Biar nggak mudah kaget lagi, masak asal baru beli kaos, kok cepat banget melarnya dan luntur sablonnya. 😁👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *